Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan Tema Kearifan Lokal: Pembuatan Batik Ecoprint Tanpa Limbah Berbahaya di SMP Negeri 1 Penawangan

Batik telah menjadi warisan budaya Indonesia yang berharga. Di SMP Negeri 1 Penawangan, kearifan lokal diwujudkan dalam pembuatan batik dengan teknik ecoprint, yang merupakan penggunaan bahan-bahan alami untuk mencetak motif pada kain. Teknik ini tidak hanya mencerminkan keindahan, tetapi juga kesadaran akan lingkungan.

Proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Penawangan mencakup langkah-langkah praktis dalam pembuatan batik ecoprint. Siswa belajar tentang pemilihan bahan, persiapan kain, penggunaan bahan-bahan alami untuk menciptakan motif, dan teknik pengolahan lanjutan.

Gambar 1 : Pewarnaan Kain dengan Bahan alami (kunyit)

Pembelajaran batik ecoprint bukan hanya tentang melestarikan warisan budaya, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi mendatang untuk menjadi penjaga kearifan lokal dan agen perubahan yang peduli lingkungan.

Dengan upaya ini, SMP Negeri 1 Penawangan telah berhasil menggabungkan pendidikan, kearifan lokal, dan keberlanjutan dalam satu paket yang menginspirasi dan mempersiapkan siswa untuk masa depan yang lebih baik.

SMP Negeri 1 Penawangan telah mengambil langkah progresif dalam memperkuat profil pelajar Pancasila melalui proyek inovatif yang menggabungkan kearifan lokal dan kesadaran lingkungan. Salah satu proyek unggulan adalah pembuatan batik ecoprint tanpa limbah berbahaya.

Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, tidak hanya diperkenalkan melalui kurikulum formal, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang melibatkan kearifan lokal. Pembuatan batik ecoprint di SMP Negeri 1 Penawangan menjadi medium yang sempurna untuk mengenalkan konsep Pancasila, karena dalam prosesnya terdapat nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan, dan persatuan.


Gambar 2 : Pembuatan Motif Batik dengan Berbagaia Jenis Daun dan Bunga

Proyek ini bukan hanya tentang pembelajaran seni dan kerajinan, tetapi juga tentang kesadaran akan dampak lingkungan dari proses produksi. Dengan menggunakan bahan-bahan alami dan teknik tanpa limbah berbahaya, siswa belajar untuk memperhatikan dan menghormati lingkungan sejak dini.

Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar tentang seni batik dan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mengembangkan karakter seperti kreativitas, kerjasama, dan tanggung jawab. Mereka belajar untuk menghargai proses pembuatan yang memakan waktu dan kesabaran, serta menghargai hasil karya mereka sendiri dan orang lain.

Melalui proyek penguatan profil pelajar Pancasila ini, SMP Negeri 1 Penawangan telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menginspirasi, mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang berbudaya, bertanggung jawab, dan peduli lingkungan, sesuai dengan semangat Pancasila yang mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam keragaman.


Gambar 3 : Hasil batik dengan teknik Steaming